A. Pengertian GLUT
Pengaturan kadar glukosa darah secara normal berlangsung
atas kerjasama yang harmonis antara mekanisme sekresi insulin dengan mekanisme
aksi insulin di jaringan tubuh (tu. Sel hepar dan otot serta lemak). Tujuannya
adalah agar glukosa dalam darah memasuki sel untuk metabolisme secara
fisologis. Proses metabolisme didalam jaringan tersebut membutuhkan suatu tahap
dimana glukosa. yang bersifat polar harus melewati membrane sel yang non polar
(tidak larut dalam air). Untuk tujuan ini diperlukan suatu “alat angkut”
terdiri dari sejenis asam amino yang dinamai glucose transporter (GLUT).
Didalam tubuh, sesuai tempat kerjanya, dikenal berbagai jenis GLUT (GLUT 1 s/d
GLUT 5). Aktivasi serta penempatan (translokasi) GLUT membutuhkan insulIN
C. GLUT 1(Glucose transporter 1)
GLUT 1
terdapat dimana-mana, merupakan pengangkut utama di dalam otak. Sel
endotel memiliki vesikel pinocytotic. Yang banyak terdapat pada
mitokondria
dan specific carriermediated transport proteins merupakan fitur dari
kedua vasculatures. Transportasi ini membentuk mekanisme yang berperan
penting dalam metabolisme komponen dari sawar darah otak dan sawar darah retina
dan terdiri dari GLUT1 (untuk transportasi glukosa) dan system transportasi
protein asam amino spesifik. Ini merupakan penanda metabolik sawar endotel yang
merupakan specific carriermediated transport proteins beberapa nutrisi
seperti glukosa dan asam amino melintasi tight junctions, serta
degradasi enzimatik molekul-molekul saat melintasi sawar darah otak dan sawar
darah retina. Terdapat postulat bahwa distribusi asimetris membrane plasma
protein pada endotel (luminal vs abluminal) menyebabkan endotelium
terpolarisasi, yang menciptakan resistensi listrik untuk permeabilitas.
Aktivitas metabolik normal jaringan neural dipengaruhi transportasi glukosa secara
konstan. Akibat tuntutan metabolik yang tinggi, transport glukosa dari darah
melintasi sawar darah otak ke dalam sel otak dimediasi oleh transport terfasilitasi
cepat. Protein transporter glukosa (GLUT), terutama GLUT1 memastikan pasokan glukosa. Protein GLUT1
banyak terekspresi pada sawar darah otak. Ekspresi GLUT1 dikendalikan oleh
level glukosa darah, untuk mempertahankan distribusi yang memadai untuk fungsi
neuronal yang optimal. Diabetes mellitus menyebabkan ketidakseimbangan
metabolisme glukosa, mengakibatkan perubahan transport glukosa ke dalam otak.
Pardrdige dkk menunjukkan adanya penurunan ekspresi dan aktivitas GLUT1 pada
tikus diabetic yang menimbulkan reduksi transport glukosa pada diabetes yang
tak terkontrol.
D. GLUT
2(Glucose transporter 2)
GLUT2 terdapat pada sel hati, pankreas, usus halus
dan ginjal. terdapat transporter glukosa yang
tidak bergantung-natrium, GLUT 2, yang memfasilitasi transpor gula keluar sel
menuju darah kapiler (kontralumen/tunika serosa). GLUT 2 digunakan untuk
glukosa, galakatosa, dan fruktosa yang selanjutnya diteruskan ke vena porta
menuju hati dan sirkulasi sistemik. Ada beberapa tahapan
dalam proses sekresi insulin, setelah adanya rangsangan oleh molekul glukosa.
Tahap pertama adalah proses glukosa melewati membran sel. Glucose
transporter 2 (GLUT 2) yang terdapat dalam sel beta merupakan “kendaraan”
pengangkut glukosa dari dalam darah melewati membrane ke dalam sel. Molekul
glukosa akan mengalami proses glikolisis dan fosforilasi di dalam sel kemudian
membebaskan molekul ATP. Molekul ATP yang terbentuk dibutuhkan untuk proses
pengaktifkan penutupan kanal K+ pada membran sel. Penutupan ini berakibat pada
terhambatnya pengeluaran ion K+ dari dalam sel yang menyebabkan terjadinya
tahap depolarisasi membran sel, yang diikuti oleh tahap pembukaan kanal Ca2+.
Keadaan inilah yang memungkinkan masuknya ion Ca2+ sehingga menyebabkan
peningkatan kadar ion Ca2+ intrasel. Suasana ini dibutuhkan dalam proses
sekresi insulin (Manaf, 2006).
E. GLUT
3 (Glucose transporter 3)
GLUT3
berfungsi pada sel otak, ginjal dan plasenta. GLUT3 terutama ditemukan di
neuron. GLUT3 (untuk transportasi glukosa) dan system transportasi protein asam
amino spesifik
F. GLUT
4( Glucose transpirter 4)
GLUT4
terletak di jaringan adiposa, otot jantung dan otot skeletal. Insulin meningkatkan transpor glukosa
dari darah ke dalam sel target di jaringan perifer (otot,otak, jaringan lemak,
hati, dan lain-lain) melalui transporter
glukosa (GLUT4). Jaringan adiposa berfungsi sebagai
organ endokrin yang memproduksi adipokin, seperti leptin dan adinopektin, yang
mengatur homeostasis lipid dan glukosa. Keduanya mempengaruhi metabolisme
energi pada jaringan lain seperti hepar dan otot, serta perilaku yang berkaitan
dengan makan melalui efek pada jalur neuroendokrin. Pada tahap molekuler, TNF-α
meningkatkan serin fosforilasi dari IRS-1 dan menurunkan regulasi ekspresi dari
GLUT 4, sehingga memberikan kontribusi pada resistensi insulin. Adinopektin
memiliki efek insulin sensitizing, yang berfungsi meningkatkan
penghambatan produksi glukosa hepatik sekaligus penyerapan glukosa dan
pemanfaatan lemak dan otot. Ekspresi adinopektin ini berkurang pada manusia dan
mencit yang mengalami obesitas. Produksi adinopektin distimulasi oleh PPARγ (Peroxisome
Proliferator-Actived Receptor-
Gamma)
(Saini, 2010).
GLUT 4 memiliki
peran dalam respon peningkatan glukosa darah. Pada jaringan otot skelet, otot
jantung dan sel adiposa, insulin merangsang translokasi GLUT 4 dari vesikel
intraseluler ke permukaan membran plasma dari sel. Peningkatan translokasi ini
akan meningkatkan transporter glukosa pada permukaan sel yang akan meningkatkan
kapasitas ambilan glukosa. Di sisi lain, insulin akan menyebabkan
percepatan dari redistribusi GLUT 4 ke membran plasma dari vesikel
intraseluler. Sehingga kondisi puasa dan makan akan mempengaruhi ekspresi dari
gen GLUT 4 (Stipanuk, 2000).
Kekurangan insulin atau resistensi insulin maka akan menyebabkan
kegagalan fosforilasi kompleks IRS, penurunan translokasi GLUT-4 dan penurunan oksidasi
glukosa sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel dan akan terjadi
kondisi hiperglikemia. Semakin banyak ekspresi GLUT-4 maka dapat dikatakan bahwa penggunaan glukosa oleh jaringan semakin baik, sehingga jumlah glukosa dalam darah menjadi berkurang karena diangkut ke jaringan. Di dalam jaringan glukosa akan diubah menjadi ATP (energi) yang bermanfaat bagi tubuh.
G. GLUT 5(Glucose transporter 5)
GLUT5 bertanggung jawab
terhadap absorpsi glukosa dari usus halus. Absorpsi monosokarida dilakukan di dalam jejunum ke dalam
darah sistem vena porta, terutama untuk heksosa (glukosa, galaktosa, manosa,
dan fruktosa) dan sebagai gula pentosa (ribosa). Mekanisme absorpsi
monosakarida yaitu transpor aktif untuk glukosa dan galaktosa serta difusi
fasilitasi untuk fruktosa yang absorpsinya lebih lambat dari glukosa dan
galaktosa. Difusi fasilitasi ini menggunakan bantuan dari transporter
fasilitatif bergantung natrium (GLUT 5). Transporter ini juga dapat digunakan
oleh glukosa dan galaktosa jika gradien konsentrasi mendukung. Normalnya, di
dalam darah hanya terdapat sedikit fruktosa di luar fruktosa yang berasal dari
diet.
Daftar pustaka:
http://library.usu.ac.id/download/fk/gizi-bahri3.pdf
diakses tanggal 28 maret 2015
Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar- Dasar Biokimia.
UI-Press. Yogyakarta.
http://www.academia.edu/7423425/REGULASI_METABOLISME_KARBOHIDRAT_PADA_KONDISI_DIABETES
diakses tanggal 28 maret 2015
Evy sulistyaningrum.2010.jurnal tinjauan molekular
dan aspek klinis resistensi insulin. 1Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas
Jenderal Soedirman Purwokerto(Mandala of Health. Volume 4, Nomor 2, Mei 2010)
Graner, D.K.
2003. Hormon pankreas dan traktus gastrointestinal, dalam Biokimia
harper. Murray, R.K.m Granner, D.K., Mayes, P.A., Rodwell, V.W. (diterjemahkan
oleh Andry Hartono). Jakarta : EGC.
Guyton, A.C. & Hall, J.E. 1997. Fisiologi
kedokteran (diterjemahkan oleh Irawati setiawan, LMA Ken Ariata Tengadi dan
Alex Santoso). Jakarta : EGC.
www.exelsa.usd.ac.id/goDownload.php?file=uploads/materi/dislipidemia/DislipidemiA.doc
diakses tanggal 28 maret 2015
A. Pengertian GLUT
Pengaturan kadar glukosa darah secara normal berlangsung
atas kerjasama yang harmonis antara mekanisme sekresi insulin dengan mekanisme
aksi insulin di jaringan tubuh (tu. Sel hepar dan otot serta lemak). Tujuannya
adalah agar glukosa dalam darah memasuki sel untuk metabolisme secara
fisologis. Proses metabolisme didalam jaringan tersebut membutuhkan suatu tahap
dimana glukosa. yang bersifat polar harus melewati membrane sel yang non polar
(tidak larut dalam air). Untuk tujuan ini diperlukan suatu “alat angkut”
terdiri dari sejenis asam amino yang dinamai glucose transporter (GLUT).
Didalam tubuh, sesuai tempat kerjanya, dikenal berbagai jenis GLUT (GLUT 1 s/d
GLUT 5). Aktivasi serta penempatan (translokasi) GLUT membutuhkan insulin.
B. Fungsi dan lokasi GLUT

C. GLUT 1(Glucose transporter 1)
GLUT 1
terdapat dimana-mana, merupakan pengangkut utama di dalam otak. Sel
endotel memiliki vesikel pinocytotic. Yang banyak terdapat pada
mitokondria
dan specific carriermediated transport proteins merupakan fitur dari
kedua vasculatures. Transportasi ini membentuk mekanisme yang berperan
penting dalam metabolisme komponen dari sawar darah otak dan sawar darah retina
dan terdiri dari GLUT1 (untuk transportasi glukosa) dan system transportasi
protein asam amino spesifik. Ini merupakan penanda metabolik sawar endotel yang
merupakan specific carriermediated transport proteins beberapa nutrisi
seperti glukosa dan asam amino melintasi tight junctions, serta
degradasi enzimatik molekul-molekul saat melintasi sawar darah otak dan sawar
darah retina. Terdapat postulat bahwa distribusi asimetris membrane plasma
protein pada endotel (luminal vs abluminal) menyebabkan endotelium
terpolarisasi, yang menciptakan resistensi listrik untuk permeabilitas.
Aktivitas metabolik normal jaringan neural dipengaruhi transportasi glukosa secara
konstan. Akibat tuntutan metabolik yang tinggi, transport glukosa dari darah
melintasi sawar darah otak ke dalam sel otak dimediasi oleh transport terfasilitasi
cepat. Protein transporter glukosa (GLUT), terutama GLUT1 memastikan pasokan glukosa. Protein GLUT1
banyak terekspresi pada sawar darah otak. Ekspresi GLUT1 dikendalikan oleh
level glukosa darah, untuk mempertahankan distribusi yang memadai untuk fungsi
neuronal yang optimal. Diabetes mellitus menyebabkan ketidakseimbangan
metabolisme glukosa, mengakibatkan perubahan transport glukosa ke dalam otak.
Pardrdige dkk menunjukkan adanya penurunan ekspresi dan aktivitas GLUT1 pada
tikus diabetic yang menimbulkan reduksi transport glukosa pada diabetes yang
tak terkontrol.
D. GLUT
2(Glucose transporter 2)
GLUT2 terdapat pada sel hati, pankreas, usus halus
dan ginjal. terdapat transporter glukosa yang
tidak bergantung-natrium, GLUT 2, yang memfasilitasi transpor gula keluar sel
menuju darah kapiler (kontralumen/tunika serosa). GLUT 2 digunakan untuk
glukosa, galakatosa, dan fruktosa yang selanjutnya diteruskan ke vena porta
menuju hati dan sirkulasi sistemik. Ada beberapa tahapan
dalam proses sekresi insulin, setelah adanya rangsangan oleh molekul glukosa.
Tahap pertama adalah proses glukosa melewati membran sel. Glucose
transporter 2 (GLUT 2) yang terdapat dalam sel beta merupakan “kendaraan”
pengangkut glukosa dari dalam darah melewati membrane ke dalam sel. Molekul
glukosa akan mengalami proses glikolisis dan fosforilasi di dalam sel kemudian
membebaskan molekul ATP. Molekul ATP yang terbentuk dibutuhkan untuk proses
pengaktifkan penutupan kanal K+ pada membran sel. Penutupan ini berakibat pada
terhambatnya pengeluaran ion K+ dari dalam sel yang menyebabkan terjadinya
tahap depolarisasi membran sel, yang diikuti oleh tahap pembukaan kanal Ca2+.
Keadaan inilah yang memungkinkan masuknya ion Ca2+ sehingga menyebabkan
peningkatan kadar ion Ca2+ intrasel. Suasana ini dibutuhkan dalam proses
sekresi insulin (Manaf, 2006).
E. GLUT
3 (Glucose transporter 3)
GLUT3
berfungsi pada sel otak, ginjal dan plasenta. GLUT3 terutama ditemukan di
neuron. GLUT3 (untuk transportasi glukosa) dan system transportasi protein asam
amino spesifik
F. GLUT
4( Glucose transpirter 4)
GLUT4
terletak di jaringan adiposa, otot jantung dan otot skeletal. Insulin meningkatkan transpor glukosa
dari darah ke dalam sel target di jaringan perifer (otot,otak, jaringan lemak,
hati, dan lain-lain) melalui transporter
glukosa (GLUT4). Jaringan adiposa berfungsi sebagai
organ endokrin yang memproduksi adipokin, seperti leptin dan adinopektin, yang
mengatur homeostasis lipid dan glukosa. Keduanya mempengaruhi metabolisme
energi pada jaringan lain seperti hepar dan otot, serta perilaku yang berkaitan
dengan makan melalui efek pada jalur neuroendokrin. Pada tahap molekuler, TNF-α
meningkatkan serin fosforilasi dari IRS-1 dan menurunkan regulasi ekspresi dari
GLUT 4, sehingga memberikan kontribusi pada resistensi insulin. Adinopektin
memiliki efek insulin sensitizing, yang berfungsi meningkatkan
penghambatan produksi glukosa hepatik sekaligus penyerapan glukosa dan
pemanfaatan lemak dan otot. Ekspresi adinopektin ini berkurang pada manusia dan
mencit yang mengalami obesitas. Produksi adinopektin distimulasi oleh PPARγ (Peroxisome
Proliferator-Actived Receptor-
Gamma)
(Saini, 2010).
GLUT 4 memiliki
peran dalam respon peningkatan glukosa darah. Pada jaringan otot skelet, otot
jantung dan sel adiposa, insulin merangsang translokasi GLUT 4 dari vesikel
intraseluler ke permukaan membran plasma dari sel. Peningkatan translokasi ini
akan meningkatkan transporter glukosa pada permukaan sel yang akan meningkatkan
kapasitas ambilan glukosa. Di sisi lain, insulin akan menyebabkan
percepatan dari redistribusi GLUT 4 ke membran plasma dari vesikel
intraseluler. Sehingga kondisi puasa dan makan akan mempengaruhi ekspresi dari
gen GLUT 4 (Stipanuk, 2000).
Kekurangan insulin atau resistensi insulin maka akan menyebabkan
kegagalan fosforilasi kompleks IRS, penurunan translokasi GLUT-4 dan penurunan oksidasi
glukosa sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel dan akan terjadi
kondisi hiperglikemia. Semakin banyak ekspresi GLUT-4 maka dapat dikatakan bahwa penggunaan glukosa oleh jaringan semakin baik, sehingga jumlah glukosa dalam darah menjadi berkurang karena diangkut ke jaringan. Di dalam jaringan glukosa akan diubah menjadi ATP (energi) yang bermanfaat bagi tubuh. 

G. GLUT 5(Glucose transporter 5)
GLUT5 bertanggung jawab
terhadap absorpsi glukosa dari usus halus. Absorpsi monosokarida dilakukan di dalam jejunum ke dalam
darah sistem vena porta, terutama untuk heksosa (glukosa, galaktosa, manosa,
dan fruktosa) dan sebagai gula pentosa (ribosa). Mekanisme absorpsi
monosakarida yaitu transpor aktif untuk glukosa dan galaktosa serta difusi
fasilitasi untuk fruktosa yang absorpsinya lebih lambat dari glukosa dan
galaktosa. Difusi fasilitasi ini menggunakan bantuan dari transporter
fasilitatif bergantung natrium (GLUT 5). Transporter ini juga dapat digunakan
oleh glukosa dan galaktosa jika gradien konsentrasi mendukung. Normalnya, di
dalam darah hanya terdapat sedikit fruktosa di luar fruktosa yang berasal dari
diet.
Daftar pustaka:
http://library.usu.ac.id/download/fk/gizi-bahri3.pdf
diakses tanggal 28 maret 2015
Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar- Dasar Biokimia.
UI-Press. Yogyakarta.
http://www.academia.edu/7423425/REGULASI_METABOLISME_KARBOHIDRAT_PADA_KONDISI_DIABETES
diakses tanggal 28 maret 2015
Evy sulistyaningrum.2010.jurnal tinjauan molekular
dan aspek klinis resistensi insulin. 1Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas
Jenderal Soedirman Purwokerto(Mandala of Health. Volume 4, Nomor 2, Mei 2010)
Graner, D.K.
2003. Hormon pankreas dan traktus gastrointestinal, dalam Biokimia
harper. Murray, R.K.m Granner, D.K., Mayes, P.A., Rodwell, V.W. (diterjemahkan
oleh Andry Hartono). Jakarta : EGC.
Guyton, A.C. & Hall, J.E. 1997. Fisiologi
kedokteran (diterjemahkan oleh Irawati setiawan, LMA Ken Ariata Tengadi dan
Alex Santoso). Jakarta : EGC.
www.exelsa.usd.ac.id/goDownload.php?file=uploads/materi/dislipidemia/DislipidemiA.doc
diakses tanggal 28 maret 2015